30HBC23 Day-27, Van Houten
Baca, Like, Comen, dan Share!
Jalan-jalannya kita hampir tiap hari. Kalau nggak keliling kampung nemenin Suami mancing. Suami Anter-jemput kerja, terus pergi majelis, atau mampir ke warung bakso dan toko cemilan. Alhamdulillah sudah meneladani Rasulullah. Pernah tahu hadist ini ya!
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang pada malam hari, kemudian beliau mengajak Aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang. (HR Muslim)
Cukup pahamkan yah! 😅
She: "Sayang keluar yokss beli cemilan." (sensor nama tokonya)
He: "Iya Nanti habis Isya."
Setelah lama menunggu, keluar sama Suami buat pergi ke toko cemilan. Sesampainya di toko, Suami mengambil lumayan banyak cemilan. Auto binggung. Tumben. Biasanya kalau Jajannya terlalu banyak Suami komplen. 😅😂
She: "Sayang, kok banyak banget."
He: "Iya. Ambil saja yang sekiranya mau di makan. Suami sambil ngambil banyak makanan ke keranjang belanjaan kita. Mumpung ada rezeki lebih." Dia tertawa kekeh sembari melempar senyum bahagia.
She: "Oh gitu. Iya." Terus kulihat, Suami memasukkan 1 batang cokelat Van Houten.
He: "Cokelat zaman Old. Dulu cokelat ini terkenal banget, rasanya juga enak."
Aku tak merespon sedikitpun, hanya tersenyum memandangnya. Dalam hati bergumam. Seenak apakah rasanya? Di mana-mana rasa Cokelat sama. Hanya variannya saja yang beda. 🤣
Sesampainya di rumah. Suami membuka cokelat Van Houten, lalu menyuapi istrinya ini. Memastikan bahwa cokelatnya pilihannya enak. Hehehe... Mulai Kepo, terus searching soal Van Houten.
Ternyata, Van Houten adalah merek coklat bubuk asal Belanda yang berdiri sejak tahun 1828 oleh Coenraad Van Houten. Cokelat ini aslinya berasal dari Amsterdam. Van Houten adalah nama keluarga yang berasal dari daerah Houten, Belanda. Van Houten mulai membuka pabrik di berbagai penjuru dunia, dimulai dari Weesp, Belanda dan Krefeld, Jerman, dan lainnya.
Jenama Van Houten berkali-kali berpindah kepemilikan. Pada tahun 1971 van Houten dikuasai oleh Leonard Monheim, Aachen Germany. Tahun 1986 oleh Jacobs Suchard AG. Tahun 1990 oleh KJ Jacobs AG. Hingga akhirnya dibeli oleh Barry Callebaut dan disatukan dalam Barry Callebaut Group pada tahun 2000.
Di Indonesia dan ASEAN juga mengalami hal serupa, tahun 2009 diambil oleh Hershey. Pada awal 2010-an diambil oleh Petra Foods yang memasarkan Ceres. Pada 2012-sekarang mengalami kisruh antara Petra Foods dan Barry Callebaut yang ingin mengambil lisensinya kembali di ASEAN sehingga di Indonesia Garudafood mengambil lisensi Van Houten pada 2015 dari Ceres. Cokelat Van Houten yang di foto bukan yang bubuk yah. Tapi yang batang. Rasanya enak.
Palembang, 27 Januari 2023



Comments